Laman

Jumat, 29 Juni 2012

Aku Ingin Melukis Puisi Di Matamu






Matamu sepasang coklat tua yang teduh. Memandangmu, seperti rindang pepohonan di
tengah kolam bunga seroja. Aku tercebur, jatuh dan mencintaimu. Dan cinta, berpendar
dalam sejuta warna yang berkilau disela-sela cipratan airmatamu.

Dan disejuk tatapanmu itu, aku ingin melukis puisi. Sebab disana ada warna cinta
yang menjadikan semuanya indah. Membuat rindu seteduh biru lautan yang tak henti
menyusun gemuruh. Membuat kecemasan membias ungu seperti langit malam
menunggu bintang-bintang bersinar. Membuat harapan secerah kuning mentari yang
hadir ketika membuka jendela fajar. Membuat hijau barisan pohon pinus yang
mengiringi langkah-langkah kita menapaki perjalanan

Yang membuat merah wajah kita setiap kali tak dapat menahan dahsyatnya debaran
jantung. Dan sebait pelangi menyimpulkan seluruh warna dalam satu lengkung
senyummu

Aku pinjam bulu matamu sebagi kuas, hanya agar semua terlukis seperti engkau
melihat semuanya. Karena kutau tanganku tak mampu menggoreskan setiap warna
selembut tatapanmu. Tidak juga mataku dan tidak juga mulutku.

Huda M Elmatsani



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar